Dec 11 2009

Versus Budak Laut

Assalaamu’alaikum

Kemponers, tiada chabar yang tak kami chabar-chabarkan karena kami chabar-chabari. Hari ini, setelah melawan Budak Laut anak asuh Dede, kami dapat pulang dengan wajah berseri-seri. Akhirnya kami bisa menang dengan skor 5-3. Setelah dirundung kemalangan dengan menelan pil pahit kekalahan selama 3 pertandingan beruntun, akhirnya doa kami dikabulkan Tuhan jua. Kami mengharap kemenangan bagai meminta hujan pada musim kemarau panjang, seperti mengharap pelangi di tengah badai, atau seperti memohon tobat setelah bunuh penduduk tiga dusun. Sholat tahajud 1000 rakaat setiap malam, puasa Senin Kamis, serta mengaji sambil menangis, kami lakoni agar peroleh sedikit ridhoNya (kalau yang ini berlebihan, kami bahkan jarang datang ke TPA).

Terima kasih tak terhingga untuk Dedi Pentol, Mas Qliex, Om Sulis, Jojo, Fajar, Bagong, Fahmi, Ari Galon, dan Bang Bowo yang telah hadir sore ini. Semoga kemenangan kita ini tak membuat kita jadi sombong dan lupa pada Tuhan, tetaplah rendah hati dan tekun berlatih. Oya, lima gol yang kami sarangkan ke gawang lawan dibuat oleh Om Sulis a.k.a Il Capitano (3 gol), Bagong (1 gol) dan Jojo (1 gol). Untuk lengkapnya, daftar pencetak gol terbanyak di Kemponan FC dapat dilihat pada tabel berikut (penghitungan dimulai sejak pertandingan versus Budak Laut yang pertama).

No Pemain Gol
1 Ari Galon 4
2 Om Sulis 4
3 Bo 3
4 Bagong 2
5 Jojo 2
6 Bang Dani 2
7 Fajar 1
8 Chandra 1

Dec 6 2009

Latihan 20091206

Bismillah

Alhamdulillah, hari ini cerah agak berawan. Cuaca yang cocok untuk bermain futsal! Hari ini, ada 15 orang yang datang: Om Sulis, Dicky, Amza, Dek Wibi, Fajar, Dino, Fahmi, Deni, Jojo, Bagong, Chandra, Andre, Ari Galon, Bekti, dan terakhir saya sendiri. Selain itu, tidak ada yang istimewa. Insya Allah kita berjumpa lagi minggu depan, kawan…

Mari kembali melanjutkan hidup.


Dec 3 2009

Versus SMA Bhayangkari A

Bismillah

Para pembaca situs Kemponan.Com yang saya hormati
Ada beragam cara pemain dalam memandang tim tempat dia bermain. Ada yang tak peduli dan mencari-cari pembenaran atas alasan ketidakhadiran, ada yang walau hanya cedera yang tak seberapa tapi tetap tak memberi support dari pinggir lapangan, ada yang (mungkin) karena sudah dianggap pemain nomer 1 jadi malas bertanding, dan tak sedikit yang menganggap sebuah tim futsal tempatnya bermain hanyalah kumpulan orang-orang dungu yang menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tak penting.

Penggemar Kemponan FC yang saya hormati
Orang-orang model di atas, tentu tak paham esensi kekompakan, persamaan visi, keakraban antar teman, serta gabungan hati dan pikiran yang senada. Sebuah tim futsal bukan sekadar ajang untuk berlari-lari ke sana kemari tak jelas. Futsal adalah kerjasama. Futsal adalah disiplin, belajar memahami sifat manusia, meregang nyali bersama, memompa adrenalin hingga ke ubun-ubun, memupuk rasa percaya diri, dan kadang sampai memaksa diri untuk melebihi batas kemampuan manusia biasa. Futsal bukan sepakbola anak-anak, setuju?

Kita tinggalkan sementara orang-orang yang angkuh pada tim ini, dan beralih pandangan ke sembilan orang berani pada sore kemarin. Tak berlebihan kalau kami bilang begitu karena lawan kami bukan sembarang tim futsal. SMA Bhayangkari A ini adalah tim terbaik se-Asia Timur Agak Ke Selatan Sedikit (*bohong), yang berarti tim terbaik pula sejagat borneo. Kami tempuh perjalanan melewati 4 dusun, hanya untuk menunjukkan kami bukan pecundang sejati: orang2 yang takut bahkan sebelum pertandingan berlangsung. Dari awal tagline Kemponan FC sudah jelas: “accept all challenges”. Kalah menang bukan masalah, yang penting main bagus.

Skor akhir memang agak memalukan bila dipublikasikan di sini. Yang kami ingat hanyalah kami cuma bisa mencetak 5 angka. Masing-masing dari sundulan Om Sulis, gocekan Jojo, kaki Fajar, tendangan Ari Galon, dan terakhir saya sendiri memanfaatkan tendangan bebas. Berapa angka yang bisa dicetak SMA Bhayangkari A? Hmm… Bayangkan saja setiap 3 menit 49 detik sekali, gawang kami kebobolan. Nah, kira-kira itulah dia skornya. Terima kasih untuk Chandra, Deni, Dino, Fahmi, Fajar, Ari Galon, Bagong, Om Sulis, Nongnong Mammud, dan Jojo. Tiada kesan tanpa kehadiran Anda semua.

Sebagai penutup, berikut kami lampirkan skrip rekaman pembicaraan antar pemain sesaat sebelum kami pulang.
Saya : (ngitung duit) Weleh! Duitnya kurang, Bro!
Ari Galon : Coba diitung lagi… Tadi berapa orang yang maen?
Saya : Aku berdua Chandra aja 15rebu, sisanya gak jelas ke mana nih?!
Bagong, Fajar, Ari Galon, Jojo : (hampir serentak) Aku udah!
Mammud : Emang kurang berapa?
Saya : (ngitung lagi lebih teliti) Tujuh rebu lima ratus!
Kakak penjaga lapangan : (bersiap-siap menelpon polisi)
Saya : Woi Ri! Pasti geng kau nih yang tak bayar..
Ari Galon : Mana bisa gitu! Semua kan udah bayar?
Saya : Ri! Aku tak mau masuk penjara boi! Kau cukupkan lah sisanya nih..
Ari Galon : Aku pun tak mau masuk penjara! Sekali masuk tak bisa buat SKCK! Macam.. Macam mana mau lamar kerja?? (hampir menangis)
Saya : (ngubek2 tas) nih ada dua rebu lagi nih.. (menyerahkan ke kasir) Tinggal dua rebu lima ratus kan Kak?
Fajar : Nih aku ada lima ratus!
(semuanya menatap Dino)
Fajar : Din, kau bayarkan lah dulu Din, tolong lah Din…
Dino : (mengeluarkan selembar lima ribuan)

Dan terselamatkanlah kami semua hari itu…


Nov 21 2009

Versus Budak Muhammaddiyah

Bismillah

Dear d’Kemponers di seluruh penjuru dunia, lagi-lagi admin mohon maaf karena telah menelantarkan situs paling penting di Indonesia ini. Daripada Anda mual karena terlalu sering melihat kemalasan tidak sempatnya admin mengupdate situs ini, saya lebih baik langsung cerita sahaja. Dan lagi, cerita tentang kekalahan kami. Bila kami kalah terus, tim ini mungkin bakal gulung karpet alias bangkrut karena tak ada dana untuk bermain lagi.

Pertanyaan besarnya: ke mana para eksekutif muda Kemponan FC mengalirkan uang mereka? Ari Galon dengan perusahaan air minumnya, Fajar dengan pabrik pengolahan kelapanya, Bagong dengan penyewaan Play Stationnya, atau Jojo yang kakeknya adalah Tuan Tanah, semuanya tak mampu menyelamatkan Kemponan FC dari kemiskinan. Kami bahkan berniat mencuri kabel fiber optik yang tergeletak di pinggir jalan kampung kami untuk mencari uang. Doakan iman kami masih kuat, sehingga tindakan tercela itu tak kami lakukan.

Nah, kembali ke inti postingan kali ini. Rabu, 18 November 2009 yang lalu, Kemponan FC kembali bermain melawan tim futsal lain. Kali ini dari SMA Muhammaddiyah, yang tak lain tak bukan adalah teman-teman dari Deni dan Ari Galon. Kurangnya koordinasi membuat beberapa pemain Kemponan FC tidak datang atau terlambat hadir. SMS dari Rio baru saya terima setelah ashar, padahal pertandingan akan dimulai jam 4 di Lapangan Perdana di kota. Otomatis Dedi pun tak ada di lapangan tepat waktu.

Selain itu, Chandra masih cedera, kaki Fajar terluka, Ari Galon terpaksa bolos sekolah, Jojo tidak optimal karena bermain menggunakan sepatu (skillnya jadi lebih tinggi bila sepatunya dilepas, dan kami percaya itu), Om Sulis tak bisa datang karena kelelahan (beliau ini bermain untuk 2 tim futsal. Mungkin Kemponan FC menjadi side project beliau), Rio belum sembuh benar, maag saya kumat, dan kami tak biasa bermain di lapangan yang kecil dengan karpet dan bola yang licin.

Tapi bukan, bukan semua hal itu yang bikin kami kalah. Sederhananya, kami akui kami main tidak baik. Itu saja. Mungkin akibat tidak serius berlatih, atau tidak benar-benar kompak saat bertanding. Yang pasti, kami tak mau cari-cari alasan lagi, alasan yang cenderung dibuat-buat. Kami tak mau mengesankan kami ini tim hebat dengan menyalahkan hal-hal lain yang tak penting. Kami tak mau banyak cingcong. Kami memang benar-benar tim yang masih lemah, mudah takluk, kacangan, dan kere pula.

Dua gol awal merupakan bukti bahwa kami main tidak sehati. Kami ketinggalan 3-0 saat Dedi datang. Dan itu sungguh melemahkan mental. Akhirnya, skor berakhir 6-8 untuk kemenangan SMA Muhammaddiyah. Bang Dani mencetal 2 gol. Salah satunya dengan mengandalkan teknik tinggi: melewatkan bola di sela-sela kaki kiper lawan. Ari Galon sedang dalam performa terbaiknya kemarin: 3 gol ia sarangkan, 1 gol hasil kemelut di depan gawang, 1 gol tendangan volley, dan 1 gol hasil dari tendangan langsung dari corner kick. Dan 1 gol hasil dari tendangan spekulasi saya dari luar daerah penalti.

Mas Qliex, Fajar, Ari Galon, Bagong, Dedi, Deni, Rio, Jojo, Bang Dani, Nongnong Mammud, dan saya sendiri, pulang dengan kepala menunduk. Udara maghrib yang dingin semakin mendinginkan perasaan kami hari itu. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa bermain dengan lebih baik. Amiin.


Nov 17 2009

Latihan 20091115

Bismillah

Sebelumnya admin mohon mangap, eh mohon maaf kalau situs ini lama tidak diperbarui. Maklumlah, saat ini saya sedang dalam masa-masa kritis dalam hidup, dan masa depan dipertaruhkan. Minta doanya saja agar saya tak menjadi gembel dan situs ini tetap eksis. Bukan maksud saya untuk menelantarkan situs paling penting di Indonesia ini. Sungguh.

Nah, cukup sudah excuse-nya. Sekarang saatnya bercerita. Hari Minggu yang lalu kami latihan seperti biasa, jam setengah lima sore waktu setempat, di mana lagi kalau bukan di Lapangan Duta Bandara. Hujan deras kembali mengguyur sepanjang perjalanan. Semua halangan tak bisa membendung semangat Qliex, Om Sulis, Bang Dani, Dedi Pentol, Ari Galon, Deni, dan saya sendiri. Sedang Chandra dan Rio terpaksa absen, divonis tak dapat bermain karena cedera. Dan Mahmud tak ada kabarnya, mungkin sibuk bermain Play Station(tm) 2 bersama adik kesayangannya.

Selain itu, datang pula guest players kami yang kabarnya diusulkan membentuk Kemponan Junior. Mereka adalah Jojo, Fajar, Bagong, Dino, Fahmi, Bekti, Ega’, Dek Wibi, dan 2 orang teman Fajar lain yang tak saya kenal. Si Fajar ini memang suka menyusupkan teman-temannya dalam permainan kami. Saya curiga mereka ini mata-mata yang mau mencuri strategi dan gaya permainan indah kami (hooeeexx)

Permainan berlangsung seperti biasa. Tim pertama ada Ari Galon, Om Sulis, Bang Dani, dan Bagong. Di tim kedua ada Mas Qliex, sangprabo (saya), Ega’, dan Dek Wibi atau Bekti. Di tim ketiga ada Fahmi, Fajar, Jojo, dan Deni. Sedang Dedi Pentol dan Dino, seperti biasa, saling bertukar peran menjadi kiper. Sebenarnya, kata Mas Qliex, untuk masing2 sesi latihan, sebaiknya komposisi tim tidak bercampur-campur. Contohnya, Ega’ sebenarnya tidak masuk di tim saya. Tapi, apa mau dikata, kalau semua pemain hadir, pasti susunan tim bisa tetap. Tak ada Chandra, permainan tim kedua tak berkembang. Akibatnya, tim kedua sukses menjadi pecundang hari itu dengan menelan kekalahan beruntun dan waktu main paling singkat.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan dari tempat kejadian perkara. Sebagai kenang-kenangan, berikut adalah cuplikan pertandingan kami, direkam dengan kamera ponsel (peringatan: ini bukan video porno) dengan format berkas *.3gp, jadi mohon maaf kalau tidak terlalu jelas. Terima kasih dan (meniru tag Metro Sport) “do sport for your better life”.

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video
You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video


Nov 11 2009

Latihan 20091108

Dear d’Kemponers

Tidak ada yang spesial dalam sesi latihan di hari Minggu yang lalu. Hujan yang mengguyur tak menyurutkan semangat kami untuk bermain. Lapangan Duta Bandara berjarak kurang lebih 5 kilometer dari kampung kami, yang kalau tak ada halangan di jalan seperti buaya atau banjir yang menggenangi jalan bisa ditempuh dalam waktu 10 menit.

Ada 14 orang yang bermain hari Minggu lalu: sangprabo, Om Sulis atawa il capitano, Mas Qliex, la_beneamata29, Ari Galon, Candra, Bang Dani, Jojo, Fahmi, Bagong, Fajar, Dino, Dedi, dan Amza. Sebenarnya, dalam Kemponan FC, hanya ada 10 orang anggota yang asli. Orang2 ini terkumpul karena sebuah kompetisi futsal. Tapi, saat ini, seiring dengan sulitnya mengumpulkan 10 orang dalam satu waktu, kami terpaksa mengajak pemain-pemain tamu untuk bergabung bermain.

Foto dan profil kesepuluh orang tersebut akan saya tulis dalam tulisan tersendiri. Sabar ya penonton..


Nov 2 2009

Latihan 20091101

Dear d’Kemponers (sebutan untuk fans Kemponan FC. Yak, silakan mual.. :D )

Hari Minggu yang lalu, tepatnya 1 November 2009, tim Kemponan kembali berlatih seperti biasa. Mengapa kami pilih hari Minggu di jam setengah 5 sore, akan kami bahas di posting lain. Tak banyak pemain yang datang di permainan kemarin, karena cuaca yang tak mendukung. Hujan badai yang hadir sejak siang, membuat beberapa pemain lebih memilih untuk tidur di rumah daripada bermain.

Hanya ada 14 orang yang datang, beberapa di antaranya adalah pemain tamu, alias guest players. Otomatis, untuk bermain, kami punya 2 penjaga gawang yang terus2an bermain. Inilah anak-anak yang punya disiplin tinggi, rasa memiliki yang besar terhadap tim, dan rela mengorbankan nyawa mereka (entah karena tersambar petir) demi tim. Dua jempol untuk kita semua, kawan!

Tak banyak yang terjadi di 15 menit pertandingan awal. Karena stamina masih prima, tentu masing2 tim punya keinginan kuat untuk menjadi tim dengan rekor kemenangan terbanyak selama 1 jam permainan. Starter awal tim 1: sangprabo, il capitano, ari galon, qliex, dan DD. Dan sisanya bercampur2 tak jelas membentuk tim antah berantah.

Semoga ada foto-foto, video, atau sekadar cerita ringan di postingan tentang diary tim ini setelah bermain minggu depan.

Salam Cinta