Jun
5
2010
Bismillah
Kabar buruk lagi2 melanda Kemponan FC. Tanggal 28 Mei kemarin kami kembali bermain tanpa personil yang lengkap. Deni dilanda cedera, Agyl masih ada urusan di luar kota, sedang Dedi tidak bisa hadir. Akibatnya, mudah ditebak, kembali menelan pil pahit kekalahan. Lapangan Zuki Futsal harusnya memang tidak lagi jadi tempat bermain kami karena kondisinya yang tidak senyaman Keramat Futsal. Skor akhir adalah 4-6.
Tapi tak apa, semoga lain kali kami lebih baik lagi. Turut dimeriahkan oleh Om Sulis, Bang Icang, Chandra, Andre Kumelkucel, Wahyu, Mas Qliex, dan tentu saja (pemain yang tak pernah absen) saya. Bakti dan Wibi turut pula memberi support. Sedang Rio, seperti biasa, membela teman satu patembayannya.
no comments | tags: kedokteran, zuki futsal | posted in Highlight
Feb
17
2010
Bismillah
RALAT: Hasil pertandingan seharusnya seri 4-4. Redaksi mohon maaf atas kesalahan ini.
Waduh, lagi2 admin mohon maaf kepada seluruh penggemar situs ini, karena lagi2 admin tidak mengupdate situs ini sedemikian lama. Maklum, keasyikan mancing.. Terima kasih kepada seluruh fans Kemponan FC yang kini sudah mencapai 4 juta orang (bual). Semoga tim ini tetap eksis hingga akhir zaman. Amiin. Oia, jangan lupa belanjalah merchandise Kemponan FC khusus di Toko resmi yang ditunjuk manajemen tim. Ada kerudung, selendang, gantungan kunci, pasta gigi, sendal jepit, semuanya bertanda tangan asli para pemain Kemponan FC..(silakan mual)
Hari ini kami bermain kembali, kali ini dengan anak kedokteran yang tak lain tak bukan adalah kawan satu paguyuban dari Satrio Wahyu Sadewo alias la_beneamata29. Rio yang lebih memilih untuk bermain bersama teman satu patembayannya membuat kami hanya punya satu cadangan. Total ada 6 orang, terdiri dari Om Sulis a.k.a Il Capitano, Mas Qliex, Dedi Pentol, Deni, Bang Dani, dan terakhir saya sendiri. Akhirnya kami kalah 4-5, sepertinya karena alasan klasik, kehabisan tenaga. Il Capitano sepertinya belum terlalu pulih dari sakitnya, Mas Qliex rajin begadang, dan saya tidak makan dari pagi.
Pergi dan pulang kami ditemani hujan bukan sembarang hujan, tapi campur angin bin badai. Itulah, rela kami menempuh perjalanan jauh menyebrang sungai, rela kami naiki motor menembus batas kabupaten, demi menghadapi tim kedokteran. Semoga sahaja kali lain, anak kedokteran yang bermain ke desa kami nan indah.
2 comments | tags: badai, hujan, kedokteran, lapangan perdana | posted in Highlight